Anak Juga Bisa Diabetes "Kencing Manis" - KLINIKES

KLINIKES

Informasi Kesehatan Terkini

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Saturday, November 17, 2018

Anak Juga Bisa Diabetes "Kencing Manis"

Klinikes.com-Halo healthies klinikes ! kali ini ada info terbaru dari kementrian kesehatan Republik Indonesia, beberapa hari yang lalu kemenkes meninfokan bahwa anak-anak juga bisa mengalami diabetes loh. jenis penyakit tipe ini bisa dibedakan menjadi 2 tipe meliputi Diabetes militus tipe 1 yang disebabkan oleh prankeas yang tidak mampu memproduksi cukup insulin, sedangakan Diabetes untuk yang kedua atau DM Tipe 2 dapat disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang mana dapat di sertai kerusakan pada sel prakreas.



Anak Juga Bisa Diabetes "Kencing Manis"


Untuk data ini diambil dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa angka kejadian DM pada anak usia 0-18 tahun sebesar 700% dalam kurun waktu 10 tahun. 

Sejak september 2009 samapi tahun 2018 terdapat 1213 kasus DM Tipe 1, Anak yang menderita DM ini banyak ditemukan di DKI jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan di sumatra selatan. sedangkan untuk pengumpulan data ini jumlah data kasus DM tipe 2 di RS Cipto Mangunkusomo terdapat 5 pasien sejak tahun 2014.

Lah untuk sobat klinikes ingin tau sperti apasih Gejala anak yang terkena Diabetes dan ini harus di waspadai oleh orang tua, berikut tanda gejala anak menderita 

diabetes militus:

- Anak menjadi banyak makan,
- Banyak minum, 
- Sering kencing dan mengompol,
- Penuruan berat badan yang dratis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis,
- Kelelahan dan mudah marah,
- Sesak nafas dan dehidrasi juga bisa terjadi.

Sedangkan DM tipe 1 tidak dapat dicegah dan siapapun dapat mengalaminya. Indonesia penyakit ini pertama kali didiagnosis paling banyak pada  kelompok usia 10-14 tahun dengan 403 kasus, sedangkan untuk kelompok usia kurang dari 5 tahun dengan146 kasus, dan yang paling sedikit adalah usia di atas 15 tahun dengan 25 kasus. 

Oleh sebab itu orang tua kenali lah ciri-ciri atau gejala tersebut, jika anda merasa kwatir lakukan tindakan awal dengan cara konsultasi ke dokter terdekat. 


Sumber : IG @kemenkes_ri

No comments:

Post a Comment